plank plink plunk


counters

Selasa, 21 Januari 2014

ANATOMI DAN FAAL TUBUH MANUSIA

Anatomi ( Susunan Tubuh )
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh.

Fisiologi ( Fungsi Tubuh )
Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) bagian dari alat atau jaringan tubuh.

Posisi Anatomis
Posisi Anatomis yaitu berdiri tegak, kedua lengan disamping tubuh, telapak menghadap ke depan.

Bagian Tubuh
Tubuh manusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuh manusia dibagi menjadi :
  1. Kepala terdiri dari : Tengkorak, wajah dan rahang bawah

  2. Leher

  3. Batang Tubuh, Terdiri dari : Dada, Perut, Punggung dan panggul

  4. Anggota Gerak Atas, Terdiri Dari :
·         Sendi bahu
·         Lengan Atas
·         LenganBawah
·         Siku
·         Lengan Bawah
·         Pergelangan Tangan
·         Tangan
  1. Anggota Gerak Bawah, Terdiri Dari :
·         Sendi Panggul
·         Tungkai atas (paha)
·         Lutut
·         Tungkai Bawah
·         Pergelangan Kaki
·         Kaki

Rongga Tubuh
Terdapat 5 bagian rongga tubuh, yaitu :
  1. Rongga Tengkorak, berisi otak

  2. Rongga Tulang Belakang

  3. Rongga Dada
Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk, berisi jantung, paru-paru, pembuluh darah besar, kerongkongan dan saluran napas.
  1. Rongga Perut
Terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung, usus, limpa, hati, empedu, pankreas, dan lainnya.
  1. Rongga Panggul
Dibentuk oleh tulang-tulang panggul, berisi kandung kemih,sebagian usus besar dan organ reproduksi dalam.

Sistem Tubuh Manusia :
  1. Sistem Rangka (Sekeleton)                 7.   Sistem Pencernaan (Digestif)
  2. Sistem Otot (Muskularis)                    8.   Sistem Kelenjar Buntu (Endokrin)
  3. Sistem Pernapasan (Respirasi)            9.   Sistem Kemih (Urinarius)
  4. Sistem Peredaran Darah (Sirkulasi)    10. Pancaindera
  5. Sistem Saraf (Nervus)                      11. Sistem Reproduksi
  6. Kulit

PERTOLONGAN PERTAMA

Dasar Pertolongan Pertama

Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut.

Tujuan Pertolongan Pertama

  • Menyelamatkan jiwa penderita
  • Mencegah cacat
  • Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan
Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu
Dalam perkembangannya tindakan pertolongan pertama diharapkan menjadi bagian dari suatu sistem yang dikenal dengan istilah Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu, yaitu sistem pelayanan kedaruratan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.

Komponen Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu:

Akses dan Komunikasi

Masyarakat harus mengetahui kemana mereka harus meminta bantuan, baik yang umum maupun yang khusus.

Pelayanan Pra Rumah Sakit

Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.

Klasifikasi Penolong:
a.  Orang Awam
Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama
b.  Penolong pertama
Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI
c.  Tenaga Khusus/Terlatih
Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan
d. Tansportasi
Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi

Dasar Hukum

Di dalam undang-undang ditemukan beberapa pasal yang mengatur mengenai Pertolongan Pertama, namun belum dikuatkan dengan peraturan lain untuk melengkapinya. Beberapa pasal yang berhubungan dengan Pertolongan Pertama antara lain :

Pasal 531 K U H Pidana
“Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya  tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-. Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan  : KUHP 45, 165, 187, 304 s, 478, 525, 566”

Persetujuan Pertolongan

Saat memberikan pertolongan sangat penting untuk meminta izin kepada korban terlebih dahulu atau kepada keluarga, orang disekitar bila korban tidak sadar. Ada 2 macam izin yang dikenal dalam pertolongan pertama :

Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat (Implied Consent)
Persetujuan yang diberikan pendarita sadar dengan cara memberikan isyarat, atau penderita tidak sadar, atau pada anak kecil yang tidak mampu atau dianggap tidak mampu memberikan persetujuan

Pesetujuan yang dinyatakan (Expressed Consent)
Persetujuan yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan oleh penderita.

Alat Perlindungan Diri

Keamanan penolong merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya dilengkapi dengan peralatan yang dikenal sebagai Alat Perlindungan Diri antara lain :
a.    Sarung tangan lateks
Pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit.
b.    Kaca mata pelindung
Mata juga termasuk pintu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh manusia
c.    Baju pelindung
Mengamankan tubuh penolong dari merembesnya carian tubuh melalui pakaian.
d.    Masker penolong
Mencegah penularan penyakit melalui udara
e.    Masker Resusitasi Jantung Paru
Masker yang dipergunakan untuk memberikan bantuan napas
f.     Helm
   Seiring risiko adanya benturan pada kepala meningkat. Helm dapat mencegah terjadinya cedera pada kepala saat melakukan pertolongan.

Semua cairan tubuh dianggap menular, Untuk mencegah penularan penyakit melalui cairan tubuh:
1.    Mencuci Tangan
2.    Membersihkan peralatan
3.    Mencuci

Membersihkan perlatan dengan sabun dan air
1. Desinfeksi
Menggunakan bahan kimia seperti alkohol untuk membunuh bakteri patogen
2. Sterilisasi
Proses menggunakan bahan kimia atau pemanasan untuk membunuh semua mikroorganisme.
3. Menggunakan APD

Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama dalam menjalankan tugasnya ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan :
a.    Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya.
b.    Dapat menjangkau penderita.
c.    Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa.
d.    Meminta bantuan/rujukan.
e.    Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
f.     Membantu pelaku pertolongan pertama lainnya.
g.    Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.
h.    Melakukan komunikasi dengan petugas lain yang terlibat.
i.      Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi.

Kualifikasi Pelaku Pertolongan Pertama
Agar dapat menjalankan tugas seorang petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut :
  1. Jujur dan bertanggungjawab.
  2. Memiliki sikap profesional.
  3. Kematangan emosi.
  4. Kemampuan bersosialisasi.
  5. Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI. Secara berkesinambungan mengikuti kursus penyegaran.
  6. Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik
  7. Mempunyai rasa bangga.
Fungsi Alat dan Bahan Dasar
Dalam menjalankan tugasnya ada beberapa peralatan dasar yang sebaiknya tersedia dan mampu digunakan oleh penolong di antaranya :

1.    Alat dan bahan memeriksa korban
2.    Alat dan bahan perawatan luka
3.    Alat dan bahan perawatan patah tulang
4.   Alat untuk memindahkan penderita
5.  Alat lain yang dianggap perlu sesuai dengan kemampuan

Senin, 04 Juni 2012

perekrutan dan seleksi ( MANAJEMEN SDM )

Penarikan Tenaga Kerja
(Rekrutmen) adalah Proses untuk mendapatkan dan menarik pelamar sehingga perusahaan memiliki kumpulan calon karyawan. Dan juga Usaha untuk mencari tenaga kerja dari sumber yang ada sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.
· Sumber-sumber Tenaga Kerja
Internal Source
· Menggunakan Sumber dari dalam (Internal Source) dengan tujuan :
1. Meningkatkan morale (semangat) tenaga kerja yang sudah ada
2. Menjaga Kesetiaan Pegawai
3. Memberi motivasi kerja pada pegawai
4. Memberi penghargaan atas prestasi pegawai
· Sumber-sumber Tenaga Kerja
External Source
· Menggunakan sumber dari luar (external source) dengan tujuan :
1. Memperoleh gagasan/idea baru yang konstruktif
2. Untuk mencegah timbulnya persaingan yang bersifat negatif
· METODE REKRUTMEN
INTERNAL
· Job Posting Program :
Menginformasikan kepada karyawan mengenai lowongan jabatan dan kualifikasi jabatannya
· Buyback
Mengambil kembali karyawan yang telah keluar dengan menawarkan posisi yang baru
EKSTERNAL
· Pelamar secara insidentiil
· Iklan
· Melibatkan Konsultan SDM
· Perusahaan jasa pencarian eksekutif (Executive Search Firm)
· Rujukan dari sumber terpercaya ( employee referrals)
· Asosiasi profesional
· Open house
· Head hunter
· Sewa Kontrak
· Promosi di Universitas
· Tahapan proses rekrutmen seleksi
Penerimaan surat lamaran, tes, wawancara, seleksi, cek referensi dan latar belakang, evaluasi kesehatan, wawancara dengan user dan atasan, penggambaran pengajaran, dan keputusan pemilihan.
· Formulir aplikasi
Formulir lamaran digunakan dimana-mana dan dapat berupa banyak format yang berada. Salah satu metode yang dipakai untuk mengumpulkan dan menggunakan informasi surat lamaran yaitu penggunaan biodata dan formulir yang berbobot .
· Berbagai jenis tes seleksi
Tes kemampuan, tes kepribadian, tes kejujuran, dan tes yang kontroversial dan meragukan, dan tes pertimbangan maupun kekhawatiran.
· Pemeriksaan Latar Belakang dan Referensi
Penyelidikan ini membuat organisasi harus menghabiskan waktu dan uang dalam jumlah yang sedikit. Referensi latar belakang dapat diperoleh dari beberapa sumber . referensi pribadi seperti dari keluarga,atau teman-teman sering kali memiliki nilai yang kecil, dan sebaiknya tidak digunakan.
· Wawancara seleksi
Wawancara penyeleksian para pelamar pekerjaan dilakukan untuk mendapatkan informasi dan mengklarifikasikan informasi yang dikumpulkan sepanjang proses penyeleksian . biasanya wawancara dilakukan pada dua tingkat yaitu depertemen SDM dan kemudian adalah wawancara yang menyeluruh yang sering melibatkan anggota SDM.
· Pendekatan Seleksi
Successive Hurdies Selection Approach : setiap calon diharuskan mengikuti prosedur seleksi
Compensatory Selection Approach : Semua calon diberikan kesempatan untuk mengikuti semua tahapan seleksi
· Rasio Seleksi
1. Jumlah pelamar yang diterima
2. Total jumlah pelamar
3. Rasio Tinggi = 1 : 25
4. Rasio Rendah = 1 : 2 , sedikit pelamar yang diseleksi
Pekerjaan-pekerjaan yang menarik pada perusahaan yang kompetitif cenderung mempunyai rasio seleksi yang besar. Contoh Toyota 1 :70
· Hasil proses seleksi ; penyelidikan latar belakang, wawancara tambahan, tawaran pekerjaan bersyarat , tes medis, dan penempatan pekerjaan.

SEMOGA BERMANFAAT :) 

Sabtu, 26 Mei 2012

16032011

31 desember 2010, 22:05
*teringat seseorang cwo message di fb yg nanyain numb w,trus smsn smpe pergantian tahun 2010 s/d 2011...

01 januari 2011
*pertama kali dy nlp walaupun cuma sbentar...
:)

~berawal dari ade kakak_an,setiap hri nonstop smsan,koment"an,bla bla bla,smpe dy nyatain perasaan dy ke w,yc walaupun perasaan w waktu itu blm terlalu ada sma dy n w masih cuek sma dy...
:)) < piss yank jgn diambil hati >

~Smpe suatu hari lost contact karna ada sesuatu hal....
:(


Pertengahan bulan februari 2011
*mimpi buruk tentang dy,n tiba" w mrasa takut bwt kehilangan dy n ga tw kenapa rasa sayang bgt itu timbul...
~,~" (malu jdinya)


28 februari 2011,tepatnya sblm subuh.
* w jujur klo w sayang sama dia,walaupun mnurut w waktunya ga tepat (lwt message)...
0_~ (sblmnya agk plinplan n ragu)

~hubungan kami berlanjut...
~sms dmi sms,pertanyaan demi pertanyaan.
~ingin kenal satu sma lain
~dy menjadi penyemangat w saat harus melawan ujian" skolah.
((MAKASIH SAYANG))
(jadi pengen balik ke masa itu yank)
hehehehe

16 maret 2011.
*tepat ditanggal ini w jadian sama dy,disaat w msh ujian praktek (agama n b.arab )
suatu moment yg unik + indah yang masih berlanjut sampe sekarang n berharap seterusnya sama dy....
W sayang dy
w cinta dy
w pngn jadi yg terakhir bwt dy...

Mau tau nama kesayangan yg w kasih bwt dy
yaitu :: MY Beey


*4 1/2 bulan berlalu*
05 agustus 2011
kisah ini berakhir. . .
Yc,w akui mungkin semua kesalahan dari awal ada di w. .
Tapi sejujurnya bukan itu yg w inginkan...
Jujur ga perduli masalah itu mau selesai atau engga,yg jelas hubungan ini kandas gara" semakin hari hubungan ini makin renggang,dan hanya mau keperdulian dy,Itu aja. . .Yc,w akui awal jdian w agk cuek n krg perduli sma dy...mungkin ini balasannya. . .
Dan w akui juga w menyesal telah mengucapkan kata perpisahan ke dy. . .
Mungkin dy udah menutup mata dan hatinya. . .
Kembali padamu mungkin mustahil buat ku. . .
Tidak memaksa kisah ini berlanjut. . .


Dan yang w mau bilang disini adalah. . . .
Makasih untuk mu. .
Makasih atas semua yg km berikan. .
Makasih atas sayangmu dulu. .
Makasih atas cintamu dulu. .
Makasih atas semangat yg km berikan dulu. .
Makasih atas moment spesial di hari spesial ku dulu. .
Makasih atas janji"mu dulu

Terakhir cuma mau bilang...
Sampai kapanpun Aku tetap menyayangi dan mencintaimu. . .
Ga perduli statusmu,ga perduli penampilanmu,yg aku lihat hanya hatimu. . .



-----*******-----












26/05/2012


baru tersadar rasa sayang ini takkan pernah hilang,dan ternyata aku lebih sadari rasa sayang mu telah pudar...
ini salah ku meninggalkan mu, ini salah ku terlalu mengaggungkan ke egoisan ku, terlalu percaya dan terpengaruh ....
tapi adakah kesempatan untuk mengubahnuya kembali ,mengubahnya menjadi lebih baik lagi...
aku hanya inginkan kamu dan aku hanya ingin kita berdua,,,,
salahnya aku pergi dari hatimu,,,,


aku mohon berikan rasa sayang dan itu kepada ku dan kembali lah kembalilah ...
aku rindu dan aku ingin selalu dipelukanmu.......
:'(

Jumat, 06 April 2012

nilai (value)

Nilai (Value)
Nilai produk maupun pelayanan dipercaya sebagai trade off antara benefit (kebanyakan dioperasionalisasikan sebagai kualitas) dan cost/pengorbanan (Grisafffe dan Kumar, 1998; Zeithaml, 1988). Menurut Zeithaml et al., 1998, nilai yang dipersepsikan merupakan penilaian  keseluruhan  yang dilakukan oleh konsumen  terhadap   kegunaan sebuah produk yang didasarkan  pada  persepsi yang diterima.
1.      Definisi
Perusahaan yang mendefinisikan harga biasanya cenderung untuk melihat harga yang didasarkan pada nilai yang dipersepsikan konsumen atas layanan yang diberikan perusahaan. Definisi nilai menurut konsumen dapat dibagi menjadi empat, yaitu: value is low price, value is everything I want in a service, value is the quality I get for the price I pay, dan value is all that I get for all that I give (Zeithaml dan Bitner, 1996).
a.      Nilai adalah harga yang rendah (Value is low price)
Beberapa konsumen mempersamakan nilai dengan harga yang rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa apa yang mereka dapatkan dengan membayar sejumlah uang merupakan hal yang paling menonjol dalam mempersepsikan nilai.
b.      Nilai adalah sesuatu yang saya inginkan untuk sebuah layanan (Value is everything I want in a service).
Dari pada memfokuskan pada sejumlah uang yang dibayarkan, beberapa konsumen menekankan pada manfaat yang mereka terima dari sebuah layanan atau produk sebagai komponen yang penting dari nilai. Untuk mendefinisikan nilai, harga sedikit kurang penting dibandingkan dengan kualitas atau keistimewaan yang sesuai dengan keinginan konsumen.
c.        Nilai adalah kualitas yang saya peroleh untuk harga yang dibayarkan (Value is the quality I get for the price I pay).
Nilai dipandang sebagai sebuah trade off antara sejumlah uang yang dikorbankan dengan kualitas yang mereka peroleh.
d.      Value is all that I get for all that I give.
Akhirnya, nilai dianggap sebagai seluruh manfaat yang diperoleh konsumen yang sebanding dengan keseluruhan pengorbanan yang dikeluarkan.
Menurut model yang dikemukakan Olson (1972) dalam Andreassen dan Lindestad (1997), informasi nilai tergantung pada nilai yang diprediksikan konsumen, nilai yang dipercaya konsumen, dan merupakan isyarat intrinsik dan ektrinsik yang melekat pada produk maupun pelayanan. Nilai  yang diprediksikan   didefinisikan  sebagai tingkat sejauh mana persepsi dan kepercayaan   konsumen  yang disyaratkan  dihubungkan    atau ditunjukkan oleh kualitas  produk. Nilai  yang dipercaya  merupakan  peringkat sejauh mana  seorang konsumen yakin dengan kemampuan untuk   mempersepsikan   secara  akurat dan menduga isyarat-isyarat yang ditampilkan suatu produk atau pelayanan 
Nilai  intrinsic  tidak bisa dirubah   tanpa  merubah karakterstik produk atau pelayanan, sedangkan  nilai-nilai  ektrinsik   berhubungan dengan karaktisistik tersebut tetapi bukan merupakan bagian   dari produk atau pelayannya (seperti corporate  citra). Olson (1972)  dalam Andreassen dan Lindestad (1997) memprediksikan bahwa   isyarat-isyarat  ekstrinsik   memiliki  tendensi yang  lebih besar untuk digunakan   ketika isyarat –isyarat  intrinsik yang tersedia  memiliki  nilai  yang diprediksikan   rendah, nilai yang  dipercaya  rendah   atau  keduanya, dan  tendensi  yang  lebih rendah digunakan   ketika  isyarat isyarat  intrinsik   memiliki  nilai  yang diprediksikan  dan nilai   yang dipercaya tinggi. 
Nilai merupakan  sebuah  variabel   agregat   yang merefleksikan   persepsi  atribut  kualitas  dan merupakan  fungsi harga  yang dipercaya   berpengaruh  terhadap  keputusan transaksi dan kepuasan. Nilai persepsian merupakan harga layanan yang melekat pada kualitas. Menurut Zeithaml et al., (1988) nilai persepsian merupakan keseluruhan pengukuran konsumen terhadap kegunaan suatu produk yang didasarkan pada persepsi mengenai sesuatu yang diterima konsumen dan sesuatu yang dikorbankan/dikeluarkan. Persepsi   konsumen  terhadap  nilai  ini dipengaruhi   oleh   perbedaan  dalam  monetary cost,  non monetary cost, selera konsumen dan karakteristik konsumen (Bolton dan Drew, 1991).

Sabtu, 03 Maret 2012

agnes monica cinta di ujung jalan

hay hay,,, maaf neeh,,
aku lagi refresing dulu soalnya mumed habis uas ...hehhehehe
oia mari yuk kita galau-galauan dulu sama rimaynira sahabat2 ku,,,,,,,
abis itu kita nyulam2 lagi deehhh......